Greenland terletak di bagian timur laut Amerika Utara, di antara Samudra Arktik dan Samudra Atlantik, dan dipisahkan dari Kanada dan Islandia oleh selat. Pulau ini merupakan pulau terbesar di dunia, dengan luas 2,16 juta kilometer persegi, dan dikenal memiliki lapisan es terbesar di Belahan Bumi Utara, yang meliputi 81% dari total luasnya. Greenland adalah salah satu tempat paling menantang untuk kelangsungan hidup manusia di Bumi.
Greenland adalah wilayah Denmark, dengan ibu kotanya di Nuuk. Sebagian besar penduduknya, sekitar 57.100 jiwa, terkonsentrasi di bagian barat dan barat daya pulau, dengan mayoritas penduduknya adalah Inuit (Eskimo). Bahasa resminya adalah bahasa Greenland. Luas wilayah Greenland yang bebas es sekitar 340.000 kilometer persegi, tetapi sebagian besar pantai utara dan timur merupakan hutan belantara yang keras dan tidak berpenghuni. Luas wilayah yang dapat dihuni sekitar 150.000 kilometer persegi, terutama terletak di bagian selatan pantai barat. Karena wilayahnya yang membentang luas dari utara ke selatan, Greenland mengalami perbedaan iklim yang signifikan antar wilayah dan menunjukkan fenomena kutub seperti Matahari Tengah Malam dan Malam Kutub di dalam Lingkaran Arktik.
Lebih dari 1.000 tahun yang lalu, suku Inuit dari Kanada utara bermigrasi ke Greenland, di mana mereka hidup dengan memancing dan berburu selama beberapa generasi. Pada tahun 982 M, pemukim Norse dari Islandia menemukan Greenland, dan pulau itu menjadi koloni Norwegia pada tahun 1261. Ketika Denmark dan Norwegia membentuk persatuan pada tahun 1380, Greenland diperintah bersama oleh kedua negara. Setelah Denmark dan Norwegia berpisah pada tahun 1841, Greenland menjadi koloni Denmark. Norwegia dan Denmark kemudian memperdebatkan kepemilikan pulau tersebut, dan pada tahun 1933, Denmark dan Norwegia sepakat untuk menyerahkan sengketa tersebut ke Mahkamah Internasional Permanen, yang memberikan kedaulatan penuh Greenland kepada Denmark. Pada tanggal 1 Mei 1979, Greenland diberikan pemerintahan sendiri, meskipun Denmark tetap memegang kendali atas urusan luar negeri, pertahanan, dan peradilan.
Greenland memiliki iklim kutub, dengan hanya bagian barat daya yang sedikit lebih hangat karena pengaruh Arus Teluk. Pada musim dingin (Januari), suhu rata-rata sekitar -6°C di selatan dan -35°C di utara. Pada musim panas (Juli), pantai barat daya memiliki suhu rata-rata 7°C, sedangkan bagian paling utara rata-rata 3,6°C. Para ilmuwan memperkirakan bahwa total volume es di pulau itu adalah 26 juta kilometer kubik. Jika semua es ini mencair, permukaan laut global akan naik sebesar 6,5 meter.
Greenland dikenal dengan "es abadi"-nya, dengan ketebalan es rata-rata 2.300 meter, menjadikannya massa es terbesar kedua setelah lapisan es Antartika.
Pulau ini kaya akan sumber daya alam, termasuk cadangan minyak dan gas yang signifikan di darat dan lepas pantai. Bagian timur laut saja diperkirakan memiliki 31 miliar barel minyak, hampir 80 kali lipat cadangan minyak wilayah Laut Utara Denmark. Greenland juga memiliki deposit timbal, seng, dan kriolit yang bernilai ekonomis. Eksplorasi pada tahun 1970-an mengungkapkan deposit uranium, tembaga, dan molibdenum yang menjanjikan, dan deposit emas besar ditemukan pada tahun 1989. Namun, kekhawatiran tentang dampak iklim dan ekologis telah sangat membatasi eksploitasi sumber daya mineral ini.
Greenland memiliki iklim kutub, dengan bagian barat daya mengalami suhu yang sedikit lebih tinggi karena pengaruh Arus Teluk. Pada musim dingin (Januari), suhu rata-rata adalah -6°C di selatan dan -35°C di utara. Suhu musim panas (Juli) sekitar 7°C di pantai barat daya dan 3,6°C di daerah paling utara. Para ilmuwan memperkirakan bahwa total volume es di pulau itu adalah 26 juta kilometer kubik. Jika semua es ini mencair, permukaan laut global akan naik sebesar 6,5 meter.
Greenland dikenal dengan "es abadi"-nya, dengan ketebalan es rata-rata 2.300 meter, kedua setelah lapisan es Antartika yang sangat besar.
Pulau ini memiliki sumber daya alam yang signifikan, termasuk cadangan minyak dan gas yang besar baik di darat maupun di lepas pantai. Bagian timur laut saja diperkirakan mengandung 31 miliar barel minyak, hampir 80 kali lipat cadangan minyak wilayah Laut Utara Denmark. Greenland juga memiliki deposit timbal, seng, dan kriolit yang berharga. Eksplorasi pada tahun 1970-an mengungkapkan deposit uranium, tembaga, dan molibdenum yang menjanjikan, dan deposit emas besar ditemukan pada tahun 1989. Namun, kekhawatiran tentang dampak iklim dan ekologis telah sangat membatasi ekstraksi sumber daya mineral ini.